Diskalkulia

Diakalkulia
Kesulitan belajar  matematika disebut juga dengan diskalkuia. Istiah diskalkulia memiliki konotasi medis , yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan system saraf pusat. Kesulitan belajar yang berat disebut akalkulia
Menurut Lerner ( 1981: 357 ) ada beberapa karakteristik anak berkesulitan belajar matematika yaitu
  1.       Adanya gangguan dalma hubungan keruangan
  2. .      Abnormalitas persepsi visual
  3. .      Asosiasi visual motor
  4. .      Perverasi
  5. .      Kesulitan mengenal dan memahami symbol
  6. .      Gangguan penghayatan tubuh
  7. .      Kesulitan dalam bahsa dan membaca
  8. .      Skor performance IQ jauh lebih rendah dari pada skor verbal IQ


Kekeliruan umum yang biasa dilakukan oleh anak berkesulitan belajar matematika

  1.       .Kekurangan pemahaman tentang berbagai symbol : anak anak biasanya tidak terlalu mengalami kesulitan jika disajikan soal dengan bentuk 4 +3= …atau 8-3= … tapi akan berbeda bila diberi soal 4+…=8 atau 9= 6 +….hal tersebut dikarenakan anak tidak memahami symbol symbol yang ada pada bentuk tersebut
  2.       . Nilai tempat : anak tidak dapat membedakan nilai tempat. Antara lain,puluhan,satuan ,ratusan,ribuan dll
  3.       , Penggunaan proses yang keliru : melakukan penghitungan dengan salah konsep
  4.       .Perhitungan  : anak tidak mencoba konsep hitung namun mencoba menghafalnya
  5.       . Tulisan yang tidak dapat dibaca : anak tidak dapat membaca tulisannya sendiri karena tidak dapat menulis huruf dengan benar,hanya mengikuti garis. Sehingga bila untuk dibaca kembali,mereka kesulitan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar